Thursday, June 01, 2006

Back to School

"A school should be a community and not just a knowledge factory"

Sahabat atau rekan saya tentunya langsung mengenali kalimat diatas secara ia selalu timbul dalam semua email yang dikirimkan dari alamat email kantor saya bekerja sekarang. Ya, kalimat tersebut saya jadikan signature dalam semua surat keluar saya.

Berawal dari sebuah email dari salah satu sahabat saya mengenai Prof Satish Kumar, seorang penggagas dan pendiri small school* di Hartland Devon Inggris yang merupakan cikal bakal dari movement for human scale education, membuat saya tergerak untuk menjadikan salah satu penggalan kalimat yang diucapkan biksu aliran jainisme ini menjadi tagline saya. Selain mengagumi kerendahan hati dan kematangan berfikirnya, tentunya banyak yang setuju dengan saya bahwa kata-kata yang diucapkannya juga sangat bijak.

Saya termasuk orang yang telat masuk dunia akademis, tapi perjalanan hidup saya membuktikan bahwa ternyata tidak melulu pendidikan formal yang dapat menjamin keberhasilan seseorang, Saya baru memulai pendidikan di universitas setelah malang-melintang dalam ‘dunia professional’ selama 6 tahun, well… 4 tahun lebih tepatnya karena dipotong masa kuliah untuk mengambil diploma selama 2,5 tahun, itupun bukan di universitas ternama. Dan dalam kurun waktu 4 tahun berikutnya saya harus bekerja keras mengeksploitasi kapasitas otak dan tenaga saya untuk dapat menyelesaikan kuliah, karena beban pekerjaan ternyata juga meminta porsi yang besar. Tak dinyana, tidak lama setelah kelulusan saya mendapatkan lompatan promosi yang cukup mengesankan.

Banyak yang saya syukuri dari ‘keberanian’ saya untuk tidak mengambil jalur akademis normal sebagai pilihan utama (ie. lulus SMA, kuliah, kuliah S2 dst) karena ternyata perjalanan hidup saya di sana sini merupakan sekolah tumbuh paling aplikatif yang kesempatannya tidak dimiliki oleh semua orang. Beberapa sahabat saya yang dulu bersama-sama memulai karir setelah lulus sekolah masih banyak yang berada dalam posisi kerja yang tidak banyak berbeda dari awal kita memulainya, walaupun banyak dari mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan strata lanjutannya. Mungkinkah ini yang dinamakan garisan tangan?

Diluar semua pencapaian itu, keinginan untuk melanjutkan sekolah sepertinya sudah menjadi tujuan hidup saya selanjutnya. Kepala ini sering penuh sesak dengan khayalan berada di suatu negara raya di belahan dunia lain, yang hijau kala musim panas tiba atau bersemu coklat keemasan menyambut musim gugur, dan menjadi bagian dari manusia yang bisa mengapresiasi ilmu pengetahuan. Semoga istilah tiada kata terlambat juga berlaku dalam kamus kehidupan saya…

*Founded in September1982 by Satish Kumar in Hartland Devon. It is a secondar school (age 11-16). Satish Kumar, who also founded Resurgence magazine lived in a rural village and did not want to send his 10 year old son to the school in the nearest town. The Small School is known for its pupils growing cooking and serving their own lunch. The Small School began with 8 children which grew to 35 - Wikipedia

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Setuju Lan, setelah 5 th bekerja aku baru mengambil gelar strata 1 ku, Pelajaran yang ku terima di dunia luar, cukup menggembleng dan membentuk diri kita menjadi kuat ( luar dan dalam he..he..)

Tetapi pengalaman yang banyak di tambah dengan teori akademis, mungkin akan bisa menambeh kontribusi kita untuk negri kita ini...

2:11 PM  

Post a Comment

<< Home