Gilmore Girls
Tidak bisa dibayangkan senangnya saya ketika melihat serial Gilmore Girls terpajang di etalase penjual DVD bajakan di salah satu pusat perbelanjaan 2 pekan yang lalu, serial yang sudah saya idam-idamkan sejak lama akhirnya ‘terbajak’ juga. Dulu sempat saya berfikir untuk membeli seluruh episode dari musim tayang 1 hingga 5 melalui amazon.com seharga hampir US$ 300, tapi niatan itu saya hilangkan dengan terus berharap bahwa serial ini pada suatu saat akan diedarkan juga oleh para ‘distributor’ gelap tadi. Walaupun saya tidak mendukung adanya pembajakan karya seni, tapi tidak untuk hal yang satu ini (manusia tidak ada yang sempurna toh? :-)) Sebuah pembenaran untuk diri saya sendiri bahwa setidak-tidaknya saya selalu membeli karya asli seniman Indonesia yang relatif lebih miskin dari seniman asing, karena buat saya, cukuplah kita menjadi pasar besar bagi para kapitalis amerika mengeruk uang jutaan dollar dari kantong masyarakat negara berkembang yang income per capitanya tidak memungkinkan untuk membeli produk DVD, buku, games atau software asli, whatever!
Dulu saya dan sahabat-sahabat saya sering menjadikan jam tayang serial ini sebagai patokan waktu, dimana kami biasanya akan membuat janji setelah serial ini diputar disalah satu TV swasta. Begitu besar kecintaan saya (kami lebih tepatnya) akan serial satu ini maka nyaris tidak pernah sekalipun saya melewatkannya, jika hal tersebut sampai terjadi, maka saya akan mendudukan salah satu sahabat saya yang menontonnya untuk menceritakan kembali episode yang terlewatkan tersebut.
Dulu saya dan sahabat-sahabat saya sering menjadikan jam tayang serial ini sebagai patokan waktu, dimana kami biasanya akan membuat janji setelah serial ini diputar disalah satu TV swasta. Begitu besar kecintaan saya (kami lebih tepatnya) akan serial satu ini maka nyaris tidak pernah sekalipun saya melewatkannya, jika hal tersebut sampai terjadi, maka saya akan mendudukan salah satu sahabat saya yang menontonnya untuk menceritakan kembali episode yang terlewatkan tersebut.
Sesaat setelah saya membeli seluruh serial yang ada saya langsung teringat salah seorang sahabat saya, seorang piatu yang juga penggemar berat serial yang menceritakan kisah hidup ibu-anak bernama Lorelai Gilmore ini, yang selalu terkesiap setiap selesai menontonnya. Baginya tokoh Lorelai Gilmore adalah sosok seorang ibu yang pernah dimilikinya, yang selalu berada disampingnya walaupun memiliki kesibukan yang luar biasa. Sebuah SMS lalu saya kirimkan untuk menginformasikan hal ini kepada sahabat tersebut, dan bertanya apakah saya bisa membelikan untuknya sebagai hadiah pernikahannya yang akan berlangsung tidak lama lagi.
Satu pekan terakhir ini waktu-waktu luang saya hanya terisi oleh serial Gilmore Girls ini, yang membuat saya kerap mengkhayalkan hidup disebuah kota seperti Stars Hollow dimana waktu sepertinya berjalan sangat lambat disana, dalam satu hari orang bisa melalukan banyak hal, dari beberapa kali minum kopi atau makan burger istimewa di kedai milik Luke, pergi bekerja, bersekolah, bertetangga dengan penghuni yang saling kenal dan mendukung satu sama lain, menjadi Rory Gilmore (Lorelai Jr) yang sangat cerdas dan selalu berprasangka baik terhadap orang lain, menjadi Lorelai Gilmore yang tidak perlu menjadi sempurna untuk menjadi manusia paripurna, dan hal-hal biasa lain yang menjadi sangat luar biasa dimata saya.
Satu pekan terakhir ini waktu-waktu luang saya hanya terisi oleh serial Gilmore Girls ini, yang membuat saya kerap mengkhayalkan hidup disebuah kota seperti Stars Hollow dimana waktu sepertinya berjalan sangat lambat disana, dalam satu hari orang bisa melalukan banyak hal, dari beberapa kali minum kopi atau makan burger istimewa di kedai milik Luke, pergi bekerja, bersekolah, bertetangga dengan penghuni yang saling kenal dan mendukung satu sama lain, menjadi Rory Gilmore (Lorelai Jr) yang sangat cerdas dan selalu berprasangka baik terhadap orang lain, menjadi Lorelai Gilmore yang tidak perlu menjadi sempurna untuk menjadi manusia paripurna, dan hal-hal biasa lain yang menjadi sangat luar biasa dimata saya.
Ah, seandainya ada kota dengan kualitas hidup sedemikian, betapa bahagia manusia yang hidup didalamnya…
If you're out on the road/Feeling lonely, and so cold/ All you have to do is call my name/ And I'll be there on the next train/Where you lead/ I will follow/ Anywhere that you tell me to/ If you need, you need me to be with you/I will follow where you lead (Where you lead - carole king, gilmore girls theme song)


1 Comments:
dulu gue juga suka banget nonton gilmore. bela2in bangun jam 1o siang (hari minggu gitu loh) buat nonton. tp sekarang setiap hari ada re-run nya di tv sini, kok gue selalu bosen ya tiap kali nonton. akhirnya jadi males nonton lagi. ga ngerti sih knp..
Post a Comment
<< Home